Search This Blog

February 11, 2008

Valentine Day

Dari Abi Sa’id radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
“Kalian benar-benar akan meniru sunnah (jalan/tata cara) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai sekiranya mereka memasuki lubang biawak kalian pun juga turut mengikutinya.” Kami (para sahabat) bertanya : ”Apakah Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab : ”siapa lagi?” [HR Bukhari, Bab Ma Dzakaro ’an Bani Isra’il 11/272]

Sejarah Valentine Day

Siapa sesungguhnya Santo Valentine ? Di dalam Gereja Katolik sendiri masih terdapat silang pendapat. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Versi 1, Pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II, Roma terlibat dalam banyak kampanye berdarah dan tidak populer. Kaisar Claudius yang kejam kesulitan untuk merekrut prajurit untuk bergabung dengan tentaranya. Dia percaya bahwa alasan utama mengapa mereka tidak mau masuk dalam tentaranya adalah karena para laki-laki itu tidak mau meninggalkan rumah mereka, keluarga & cinta mereka. Kaisar Claudius lalu memutuskan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan si seluruh Roma.

Pendeta Valentine, hidup pada masa Kaisar Claudius II berkuasa. Dia dan St Marius adalah pasangan menikah (rahasia). Karena ini St Valentine dihukum mati, penggal pada tanggal 14 Pebruari tahun 270. Ada juga yang bilang, St Valentine dihukum mati karena tidak mau meninggalkan agamanya, kristen.

Versi lain mengatakan bahwa St Valentine juga meninggalkan sebuah surat untuk sahabatnya, seorang perempuan yang dipenjara, dan menandatangani surat tersebut dengan kata "From Your Valentine."

Tahun 496, Paus Gelacius menetapkan tanggal 14 Pebruari sebagai hari penghormatan untuk St Valentine.

Sejarah lainnya :

Valentine day merupakaan perayaan untuk Juno atau disebut Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of fever ish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit bina tang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah SWT. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta karena ia rupawan sehingga di buru wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri! Itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”.

Hukum Merayakan Valentine

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan : “Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena :
Pertama: ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua : ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah atau lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya. Amin.

Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya “Ahkâm Ahl adz-Dzimmah”, beliau berkata,

“Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah HARAM menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap Hari-Hari besar mereka dan puasa mereka, sembari mengucapkan, ‘Semoga Hari raya anda diberkahi’ atau anda yang diberikan ucapan selamat berkenaan dengan perayaan hari besarnya itu dan semisalnya. Perbuatan ini, kalaupun orang yang mengucapkannya dapat lolos dari kekufuran, maka dia tidak akan lolos dari melakukan hal-hal yang diharamkan. Ucapan semacam ini setara dengan ucapannya terhadap perbuatan sujud terhadap SALIB bahkan lebih besar dari itu dosanya di sisi Allah. Dan amat dimurka lagi bila memberikan selamat atas minum-minum khamar, membunuh jiwa, melakukan perzinaan dan sebagainya. Banyak sekali orang yang tidak sedikitpun tersisa kadar keimanannya, yang terjatuh ke dalam hal itu sementara dia tidak sadar betapa buruk perbuatannya tersebut. Jadi, barangsiapa yang mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena melakukan suatu maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka berarti dia telah menghadapi Kemurkaan Allah dan Kemarahan-Nya.”

Mengenai kenapa Ibn al-Qayyim sampai menyatakan bahwa mengucapkan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka HARAM dan posisinya demikian, karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan dan meridhai hal itu dilakukan mereka sekalipun dirinya sendiri tidak rela terhadap kekufuran itu, akan tetapi adalah HARAM bagi seorang Muslim meridhai syi’ar-syi’ar kekufuran atau mengucapkan selamat kepada orang lain berkenaan dengannya karena Allah Ta’ala tidak meridlai hal itu, sebagaimana dalam firman-Nya.
“Artinya : Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” [Az-Zumar:7]

________

Atas dasar hukum ini, Saya agak bingung dalam pergaulan sehari-hari. Saya punya beberapa sahabat - non muslim - dan setiap kali Saya merayakan hari raya, mereka selalu memberikan selamat. Bahkan ada yang ikut merayakan, dengan membuat ketupat dan lain-lain dan mengundang anak-anak untuk makan bersama mereka di hari raya Islam. Jika tidak memenuhi undangan mereka, rasanya kok bersalah sekali ya. (Jadi terpikir, bagaimana dengan yang memiliki keluarga non muslim?)

Pada saat mereka berlebaran, hari raya natal, misalnya. Saya hanya bisa tersenyum kelu dan tidak mengatakan apa-apa.

Saya hanya merasa bersalah, kok Saya tidak bisa seperti mereka? Bergaul dengan baik-baik dan menghargai apa yang dimiliki dan dipercayai orang lain.

Khusus untuk valentine day ini, dulu sebelum mengerti dan tahu sejarahnya, saya ikut-ikutan merayakannya. Cuman ngucapin "Happy Valentine.." udah... terus? end of story!

Mungkin juga, dulu waktu masih muda, pernah kirim kartu sama pacar (halah...) tapi cuman itu..

Bagi sahabat Saya yang non muslim, bagaimana ya caranya menunjukkan bahwa Saya menghargai pilihan mereka. Bagaimanapun juga, "Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku..." Saya masih harus banyak belajar, pasti!

1 comment:

  1. Ya, bagus. Kita haru terus menerangkan pada siapa saja tentang serangan budaya barat yang masuk ke generasi Islam, yang ahirnya menjadi racun yang sulit diobati.

    Allahu akbar...

    Dari Australia
    http://blog.360.yahoo.com/blog-XfwiTzk5eqvB9wBfvC39Cehklw7x;_ylt=Akala1eeQY5oq_PstQFP5_60AOJ3

    ReplyDelete